Riset Buktikan Kecanduan Pornografi Merusak Otak Menurut Al-Qur’an

Seperti kedua sisi mata Pisau Perkembangan teknologi dan informasi sebenarnya telah membantu kehidupan manusia. Namun, kehadirannya juga membawa orang pada kemaksiatan seperti pornografi.

Adegan yang seru dan memotivasi ini bisa berdampak sangat berbahaya bagi otak, terutama bagi mereka yang masih belia.

Lantas seberapa buruk pengaruh pornografi terhadap otak manusia? Berikut ulasan berdasarkan Al-Qur’an dan sains yang dikutip dari saluran YouTube Popular Islam, Minggu (1/5/2022).

Narcolema adalah singkatan dari Narcotics Through the Eyes. Siapa pun, termasuk anak-anak, dapat mengakses zat yang membangkitkan hasrat dan menyebabkan kecanduan.

Sangat disayangkan meskipun pada awalnya ada hasrat yang begitu menggebu-gebu dan dapat memberikan efek yang membahagiakan dan menenangkan, namun kemudian dapat merusak otak manusia. Al-Qur’an sendiri telah menjelaskan efeknya bagi mereka yang menyukai konten ini.

“Dan janganlah kamu mendekati orang-orang yang menghalalkan, menghalalkan rahmat dan huruf-huruf mereka” (Surat al-An’am, ayat 151).

Arti dari ayat tersebut adalah perzinahan. Penting bagi umat Islam untuk memahami bahwa zina tidak selalu bersifat seksual, tetapi ada juga zina sebagian, seperti hal-hal buruk yang pada akhirnya mengarah pada keinginan pribadi. Inilah yang dimaksud dengan pornografi.

Beberapa peneliti secara gamblang menjelaskan dampak kecanduan pornografi, salah satunya pornografi, yang merupakan penyumbang kebodohan pertama di dunia.

Pornografi yang terus-menerus ditonton dengan mata telanjang akhirnya berujung pada kecanduan, yang pada gilirannya menyebabkan jaringan otak menyusut dan tidak berfungsi. Hal ini dilakukan oleh Donald L., seorang ahli bedah saraf di San Antonio Hospital, AS. Hilton Jr menjelaskan.

“Menyusutnya otak yang menghasilkan dopamin atau zat yang menimbulkan kesenangan dapat mengurangi kerja zat kimia yang bekerja untuk mengirim pesan, yaitu neurotransmitter, sehingga melemahkan fungsi kontrol. Hal inilah yang membuat pecandu pornografi tidak dapat mengontrol perilakunya.” Hilton menjelaskan.

Hilton juga menjelaskan bahwa pornografi adalah penyebab kebodohan terbesar di dunia. Hal ini sejalan dengan penurunan fungsi dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi, yang menurutnya lebih parah dari kecanduan narkoba sungguhan, kokain.

Baca Juga :  XL Axiata Targetkan Traffic Naik 30% Selama Idul Fitri 2022

(amj)