Peralatan Navigasi Udara

Perlengkapan navigasi

Instrumen navigasi merupakan seperangkat sistem di atas pesawat, di darat serta dalam penerbangan, yang berkontribusi pada deteksi posisi pesawat oleh pilot. Kami bisa membaginya jadi perlengkapan bantu radio serta sistem on- board.

Perlengkapan bantu radio

Yang kami maksud dengan bantuan radio merupakan seluruh sistem navigasi yang memakai pemancar darat buat membolehkan pilot merumuskan posisi pesawat. Berikut ini kami hendak menyajikan bermacam bantuan radio sipil( NDB, VOR, DME, ILS), bantuan radio militer( TACAN) serta perlengkapan buat menerima data. Dikala ini, dalam penerbangan instrumental, perlengkapan bantu radio tidak sering digunakan dalam fase penerbangan; apalagi bila saluran hawa kerap memakai NDB ataupun VOR selaku titik pelaporan, navigasi penerbangan dicoba lewat sistem satelit semacam GPS.

Tetapi, mereka masih memainkan kedudukan mendasar dalam fase pendakian dini (SID), pendekatan (STAR) serta pendaratan, apalagi dalam sebagian tahun terakhir sebagian sistem berbasis GNSS telah mulai timbul.

NDB

Il non-directional beacon ataupun NDB merupakan sistem dorongan radio tertua. Bagi standar ICAO, frekuensi yang diresmikan buat sistem ini merupakan kisaran 190 kHz- 1750 kHz, apalagi bila pita yang digunakan umumnya lebih sedikit. Selaku contoh, di Indonesia ada banyak NDB serta pita frekuensi yang digunakan antara 285 serta 480 KHz.

Ini terdiri dari stasiun bumi serta fitur penerima on- board yang diucap ADF( pencari arah otomatis) yang menerima sinyal lewat antena spesial. Sinyal setelah itu hendak dimodifikasi secara elektronik buat 2 tujuan: membagikan gejala arah di mana stasiun bumi terletak serta mengekstrapolasi audio kode Morse yang berasal dari NDB itu sendiri; sesungguhnya, tiap NDB mempunyai kode Morse tertentu yang ditransmisikan bersama dengan sinyal NDB buat membolehkan pilot memverifikasi kalau NDB yang di idamkan betul- betul mencermati.

NDB dikala ini terus menjadi tidak sering digunakan sebab 2 alibi utama:

• Modulasi AM sangat sensitif terhadap fenomena meteorologi, tidak membolehkan instrumen mempunyai keandalan yang besar;

• Mereka tidak menggapai jarak yang jauh;

• Semacam namanya sendiri, tidak membagikan data tentang arah yang wajib diiringi buat mendekati ndb pada sudut yang pas: dalam permasalahan angin silang, menjajaki gejala ADF, pendekatan tidak hendak langsung, namun hendak hadapi penyimpangan bersumber pada angin. Kenyataannya, NDB(tidak semacam VOR) tidak mengizinkan pendekatan dengan arah yang pas.

Baca juga : Tarian Tradisional NTT

VOR

VHF Omnidirectional Range ataupun VOR merupakan dorongan radio jarak pendek yang mirip dengan NDB yang memakai pita VHF( 108- 117, 95 MHz). Di seluruh indonesia terdapat dekat ratusan VOR. Pula dalam tipe perlengkapan bantu radio ini, stasiun bumi mentransmisikan sinyal searah dalam komunikasi simpleks( stasiun tidak menerima apa juga dari pesawat serta pula tidak mengenali keberadaannya ataupun tidak di daerah hawa). Tidak semacam NDB, tidak hanya mengirimkan sinyal mnidirectional( diucap sinyal master), NDB pula mengirimkan sinyal yang sangat terencana lewat antena array bertahap pada frekuensi 30 Hz.

Prinsip kerja VOR : sinyal directional berbalik pada 30 Hz serta kala menggapai 360° sinyal omnidirectional dikirim. Dengan melaksanakan ini, sistem VOR di pesawat bisa menguasai dari arah mana dia mendekat dengan menghitung waktu yang lalu antara sinyal omnidirectional serta directional.

TACAN

TACAN( Sistem navigasi hawa taktis) biasanya dikira selaku tipe militer dari VOR serta mereka kerap dipasang di tempat yang sama( dalam perihal ini dorongan radio diucap VORTAC) serta bersama- sama dengan DME yang digunakan bersama. Ini beroperasi pada frekuensi antara 960- 1215 MHz, ialah di perbatasan antara pita UHF serta pita L. Pembedahan ini mirip dengan pembedahan VOR:

• Sinyal rujukan omnidirectional secara konstan dikirim serta diterima oleh seluruh pesawat, idealnya pada dikala yang sama;

• Sinyal pola cardioid yang lain( ditunjukkan di dasar) dikirim serta diputar pada 15Hz; sinyal tersebut diterima oleh pesawat selaku sinusoid;

• Pesawat mengekstrapolasi data heading dengan menyamakan sinyal rujukan dengan sinyal arah yang diterima.

TACAN lebih presisi daripada VOR(± 1° versus± 3°)[6] serta di atas seluruh itu tidak membutuhkan ruang besar yang diperlukan oleh stasiun VOR( pada realitasnya, di stasiun VOR antena array bertahap memerlukan permukaan yang lumayan besar). Buat itu, BTS TACAN bisa dipasang di kapal, kendaraan darat ataupun apalagi pesawat lain, semacam tanker.

DME

DME( Distance Measuring Equipment) merupakan sistem yang membolehkan pilot mengenali jarak ke titik rujukan. Umumnya, semacam yang disebutkan di atas tadinya, ditemui di posisi yang sama dengan perlengkapan bantu radio VOR serta TACAN, namun pula kerap timbul dengan sistem ILS yang dipaparkan di bagian selanjutnya. Sistem DME memakai pendekatan” radar sekunder” klasik buat menghitung jarak: pesawat mengirim sinyal ke stasiun bumi, stasiun bumi mentransmisikannya kembali serta sistem pesawat bisa merumuskan jarak dengan mengukur waktu yang sudah lalu. Oleh sebab itu, stasiun bumi jadi budak pesawat serta tidak mengirimkan apa juga kecuali dimohon. Energi yang diperlukan oleh stasiun bumi bermacam- macam sampai maksimum 1 kW di pita UHF yang membolehkan jarak maksimum dekat 300 nm, sedangkan itu jauh menurun bila stasiun dipasang dengan dorongan sistem ILS buat menjauhi interferensi( dalam perihal ini permasalahan jarak tidak melebihi 20- 30nm).

DME bekerja dengan frekuensi yang mirip dengan TACAN: antara 962 serta 1213 MHz. Saat ini ayo kita menganalisis secara perinci metode kerja DME:

• Pesawat menginterogasi stasiun bumi dengan pulsa bermacam- macam antara 150Hz serta 60Hz;

• Kala stasiun bumi menerima impuls, dia merespons dengan penundaan senantiasa 50 ms;

• Kala pesawat bisa menerima pulsa yang dikirim, itu mengunci stasiun serta kurangi pengiriman ke 24Hz.

Stasiun DME tidak bisa melayani jumlah pesawat yang tidak terbatas, namun umumnya lumayan, sebab mempunyai tingkatan respons yang lumayan buat menjamin respons terhadap~ 100 pesawat

Baca juga : Metode Menjaga Bumi dan Memberikannya Makan dengan Baik

ILS

ILS( Instrument Landing System) merupakan sistem yang dirancang buat memandu pesawat sepanjang fase pendaratan. Sistem ini sudah merevolusi dunia penerbangan sebab membolehkan pendekatan yang nyaman apalagi dalam keadaan cuaca kurang baik serta jarak pandang nyaris nol. ILS paling utama terdiri dari 2 sistem:

• Localizer( LOC) yang memandu pesawat dalam kesejajaran horizontal dengan landasan;

• Glideslope( GS) memandu pesawat secara vertikal di jalan meluncur yang benar

Berikutnya, kerap digabungkan dengan apa yang diucap indikator, dipaparkan di dasar, serta dengan sistem DME.

Prinsip operasi

LOC serta GS bekerja secara independen dengan antena yang berbeda: antena buat bagian LOC diposisikan di ujung landasan, sebaliknya buat sisi GS sama pada dekat 1000 kaki dari ambang batasan. Perhatikan kalau buat alibi ini, bila misalnya trek 36 mempunyai ILS, trek 18( yang ialah trek yang sama) belum pasti memilikinya( butuh ILS terpisah).

LOC memancarkan sinyalnya pada frekuensi antara 108, 1 serta 111, 95 MHz serta, semacam yang ditunjukkan pada foto, 2 sinyal dimodulasi di atasnya: kanan pada 150Hz serta kiri pada 90Hz. Instrumentasi di dalam pesawat merumuskan keselarasan dengan landasan lewat perbandingan keseriusan sinyal antara kanan serta kiri; Sederhananya, bila sinyal 90Hz lebih kokoh dari sinyal 150Hz, pesawat hendak terletak di sebelah kiri landasan.

GS memancarkan sinyalnya pada frekuensi antara 329, 15 serta 335, 0 MHz; frekuensi ini terpaut erat dengan LOC serta tidak bisa diseleksi oleh pilot. Tiap frekuensi LOC senantiasa mempunyai frekuensi GS yang cocok, di mari Kamu bisa menciptakan tabel rujukan. Prinsip operasinya setara dengan LOC serta bisa dengan gampang dimengerti dari foto.

Marker

Marker ataupun lebih tepatnya suar marker beacons merupakan suar radio tertentu yang mengirimkan datanya cuma secara vertikal, sehingga pesawat bisa menerima sinyal cuma bila melewatinya. Paling utama digunakan pada tahun- tahun dini penerbangan, mereka menciptakan tempat dikala ini selaku dorongan buat sistem ILS, walaupun gunanya tidak berarti bila sistem DME terdapat.

marker dipecah jadi luar, middle serta inner serta diposisikan pada jarak sehubungan dengan ambang lintasan tiap- tiap 3. 9nm- 6. 0nm, 0. 6nm serta 0. 15nm. Jarak bertabiat indikatif serta bisa bermacam- macam cocok dengan kebutuhan prosedur pendekatan. Kerapkali tidak seluruhnya muncul, memanglah susah mencari lapangan terbang dengan ketiga indikator aktif tersebut. Mereka menampilkan kepada pilot jarak dari ambang landasan pacu( mengecek posisi indikator di peta) serta pembedahan mereka menampilkan keselarasan yang benar dengan landasan itu sendiri. Semacam disebutkan, guna mereka dikala ini relatif, apalagi DME bisa membagikan data yang jauh lebih andal serta pas buat jarak.

Seluruhnya beroperasi pada pembawa 75Mhz serta membagikan umpan balik audio serta visual di kabin.

 

Baca Juga :  Timnas Wild Rift Putri Optimistis Raih Medali di SEA Games Vietnam

 

 

 

Leave a Comment