Pengertian Dan Sejarah Hydrology

 

Hidrologi

Buat riset pengelolaan air pertanian, amati Hidrologi( pertanian). Buat khasiat lain, amati Hidrologi( disambiguasi).

Hujan di atas wilayah tangkapan air Skotlandia. Menguasai siklus air masuk, lewat, serta keluar dari wilayah tangkapan merupakan elemen kunci hidrologi.

Hidrologi( dari bahasa Yunani:,” hýdōr” yang berarti” air” serta,” lógos” yang berarti” riset”) merupakan riset ilmiah tentang pergerakan, distribusi, serta pengelolaan air di Bumi serta planet lain, tercantum siklus air, sumber energi air, serta kelestarian area DAS. Seseorang praktisi hidrologi diucap pakar hidrologi. Pakar hidrologi merupakan ilmuwan yang menekuni ilmu bumi ataupun area, metode sipil ataupun area, serta geografi raga.[1] Dengan memakai bermacam tata cara analisis serta metode ilmiah, mereka mengumpulkan serta menganalisis informasi buat menolong membongkar permasalahan terpaut air semacam pelestarian area, musibah alam, serta pengelolaan air.[1]

Hidrologi dibagi jadi hidrologi air permukaan, hidrologi air tanah( hidrogeologi), serta hidrologi laut. Domain hidrologi tercantum hidrometeorologi, hidrologi permukaan, hidrogeologi, pengelolaan DAS, serta mutu air, di mana air memainkan kedudukan sentral.

Oseanografi serta meteorologi tidak tercantum sebab air cuma salah satu dari banyak aspek berarti dalam bidang tersebut.

Riset hidrologi bisa menginformasikan metode area, kebijakan, serta perencanaan. 

Sejarah

Hidrologi sudah jadi subjek penyelidikan serta rekayasa sepanjang ribuan tahun. Misalnya, dekat 4000 SM Sungai Nil dibendung buat tingkatkan produktivitas pertanian dari tanah yang tadinya tandus. Kota- kota Mesopotamia dilindungi dari banjir dengan tembok- tembok tanah yang besar. Saluran air dibentuk oleh orang Yunani serta Romawi, sedangkan sejarah menampilkan kalau orang Tiongkok membangun irigasi serta pengendalian banjir. Orang Sinhala kuno memakai hidrologi buat membangun pekerjaan irigasi yang lingkungan di Sri Lanka, pula diketahui dengan temuan Lubang Katup yang membolehkan pembangunan waduk besar, saluran air serta kanal yang masih berperan.

Marcus Vitruvius, pada abad awal SM, menggambarkan teori filosofis siklus hidrologi, di mana curah hujan yang jatuh di pegunungan menyusup ke permukaan bumi serta menimbulkan sungai serta mata air di dataran rendah. Dengan mengadopsi pendekatan yang lebih ilmiah, Leonardo da Vinci serta Bernard Palissy secara independen menggapai representasi akurat dari siklus hidrologi. Baru pada abad ke- 17 variabel hidrologi mulai dikuantifikasi.

Pelopor ilmu hidrologi modern antara lain Pierre Perrault, Edme Mariotte serta Edmund Halley. Dengan mengukur curah hujan, limpasan, serta wilayah drainase, Perrault menampilkan kalau curah hujan lumayan buat memperhitungkan aliran Seine. Mariotte mencampurkan pengukuran kecepatan serta penampang sungai buat memperoleh nilai debit, sekali lagi di Seine. Halley menampilkan kalau penguapan dari Laut Mediterania lumayan buat menarangkan aliran sungai yang mengalir ke laut.[3]

Kemajuan pada abad ke- 18 tercantum piezometer Bernoulli serta persamaan Bernoulli, oleh Daniel Bernoulli, serta tabung Pitot, oleh Henri Pitot. Abad ke- 19 memandang pertumbuhan dalam hidrologi air tanah, tercantum hukum Darcy, rumus sumur Dupuit- Thiem, serta persamaan aliran kapiler Hagen- Poiseuille.

Analisis rasional mulai mengambil alih empirisme pada abad ke- 20, sedangkan lembaga pemerintah mengawali program riset hidrologi mereka sendiri. Yang sangat berarti merupakan hidrograf satuan Leroy Sherman, teori infiltrasi Robert E. Horton, serta C. V. Uji/ persamaan akuifer ini menggambarkan hidrolika sumur.

Semenjak 1950- an, hidrologi sudah didekati dengan bawah yang lebih teoritis daripada di masa kemudian, difasilitasi oleh kemajuan dalam uraian raga proses hidrologi serta dengan timbulnya pc serta paling utama sistem data geografis (SIG).( Amati pula GIS serta hidrologi) 

Baca juga : Sejarah Suku Karo

Tema

Tema sentral hidrologi merupakan kalau air bersirkulasi di segala bumi lewat jalan yang berbeda serta pada tingkatan yang berbeda. Cerminan yang sangat jelas dari perihal ini merupakan penguapan air dari lautan, yang membentuk awan. Awan ini melayang di atas tanah serta menciptakan hujan. Air hujan mengalir ke danau, sungai, ataupun akuifer. Air di danau, sungai, serta akuifer setelah itu menguap kembali ke suasana ataupun kesimpulannya mengalir kembali ke laut, menuntaskan satu siklus. Air berganti kondisi jadi sebagian kali selama siklus ini.

Bidang riset dalam hidrologi menyangkut pergerakan air antara bermacam keadaannya, ataupun dalam kondisi tertentu, ataupun cuma mengukur jumlah dalam kondisi ini di daerah tertentu. Bagian dari hidrologi atensi meningkatkan tata cara buat langsung mengukur aliran ataupun jumlah air, sedangkan yang lain atensi pemodelan proses ini baik buat pengetahuan ilmiah ataupun buat membuat prediksi dalam aplikasi instan.

 Air tanah

Air tanah merupakan air di dasar permukaan bumi, kerap dipompa buat air minum.Hidro air tanah Penginderaan jauh

Artikel utama: Penginderaan jauh

Perkiraan perubahan penyimpanan air di sekitar Sungai Tigris dan Efrat, diukur dengan satelit GRACE NASA. Satelit mengukur perubahan kecil dalam percepatan gravitasi, yang kemudian dapat diproses untuk mengungkapkan pergerakan air karena perubahan massa totalnya.

Penginderaan jauh dari proses hidrologi dapat memberikan informasi tentang lokasi di mana sensor in situ mungkin tidak tersedia atau jarang. Hal ini juga memungkinkan pengamatan atas luasan spasial yang besar. Banyak variabel yang membentuk neraca air terestrial, misalnya penyimpanan air permukaan, kelembaban tanah, curah hujan, evapotranspirasi, dan salju dan es, dapat diukur menggunakan penginderaan jauh pada berbagai resolusi dan akurasi spasial-temporal. Sumber penginderaan jauh termasuk sensor berbasis darat, sensor udara dan sensor satelit yang dapat menangkap gelombang mikro, data termal dan inframerah dekat atau menggunakan lidar, misalnya.

Kualitas air

Artikel utama: Kualitas air

Dalam hidrologi, studi kualitas air menyangkut senyawa organik dan anorganik, dan bahan terlarut dan sedimen. Selain itu, kualitas air dipengaruhi oleh interaksi oksigen terlarut dengan bahan organik dan berbagai transformasi kimia yang mungkin terjadi. Pengukuran kualitas air dapat melibatkan salah satu metode in-situ, di mana analisis berlangsung di tempat, seringkali secara otomatis, dan analisis berbasis laboratorium dan mungkin termasuk analisis mikrobiologi.

Mengintegrasikan pengukuran dan pemodelan

• Analisis anggaran

• Estimasi parameter

• Menskalakan dalam ruang dan waktu

• Asimilasi data

• Kontrol kualitas data – lihat misalnya Analisis massa ganda

Prediksi

Pengamatan proses hidrologi digunakan untuk membuat prediksi perilaku masa depan sistem hidrologi (aliran air, kualitas air). Salah satu perhatian utama saat ini dalam penelitian hidrologi adalah “Prediksi di Cekungan Tak Terukur” (PUB), yaitu di cekungan di mana tidak ada atau hanya sedikit data yang ada.

Baca juga : Navigasi Kapal Modern

Hidrologi statistik

Dengan menganalisis sifat statistik catatan hidrologi, seperti curah hujan atau aliran sungai, ahli hidrologi dapat memperkirakan fenomena hidrologi masa depan. Saat membuat penilaian tentang seberapa sering peristiwa yang relatif jarang akan terjadi, analisis dibuat dalam kaitannya dengan periode ulang peristiwa tersebut itulah betapa pentingnya mengetahui hidrologi bagi kita.

Demikian artikel yang saya buat semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga :  Metode Menjaga Bumi dan Memberikannya Makan dengan Baik

Leave a Comment