Navigasi Kapal Modern

17 PerlengkapanNavigasi Kapal Modern

Lewatlah telah hari- hari kala seseorang perwira navigasi kapal wajib mengambil dorongan cara- cara yang tidak konvensional buat merancang serta menavigasi ekspedisi di laut. Dikala ini, seseorang perwira kapal mempunyai segudang perlengkapan navigasi laut yang membuat hidupnya jauh lebih simpel, berkat kemajuan teknologi. Tidak hanya itu, pelaut masa saat ini dilatih buat mengenali guna serta pengoperasian seluruh perlengkapan navigasi modern yang membuat ekspedisi di laut lebih mudah serta nyaman. Dengan sarana serta otomatisasi modern, suatu kapal dikala ini mempunyai sebagian sistem perlengkapan navigasi mutahir yang membagikan informasi akurat buat pelayaran.

Di mari, kami sudah mendaftarkan 30 tipe perlengkapan navigasi, baik yang lama ataupun yang baru, yang terdapat di seluruh kapal dagang.

1. Electronic Chart Display Information System

ECDIS merupakan pengembangan dalam sistem peta navigasi yang digunakan di kapal serta kapal angkatan laut. Dengan pemakaian perlengkapan navigasi elektronik, jadi lebih gampang untuk kru navigasi kapal buat memastikan posisi, serta menggapai arah lebih gampang dari tadinya.

2. Automatic Identification system

AIS pula ialah salah satu tipe sistem navigasi yang menolong memastikan posisi serta statistik navigasi kapal yang lain. AIS memakai saluran radio VHF selaku pemancar serta penerima buat mengirim serta menerima pesan antar kapal yang berupaya penuhi banyak tanggung jawab.

Cocok peraturan yang diberlakukan oleh The International Maritime Organization( IMO), seluruh kapal penumpang serta kapal komersial di atas 299 Gross Tonnage(GT) berlayar secara internasional dengan bawa transponder AIS Kelas A.

3. Long Range Tracking and Identification (LRIT) System

LRIT merupakan sistem pelacakan serta identifikasi internasional yang digabungkan oleh IMO di dasar kesepakatan SOLAS buat membenarkan sistem pelacakan merata buat kapal berdimensi 300 gross ton ke atas yang melaksanakan pelayaran internasional di segala dunia. Perlengkapan maritim ini dipasang buat tingkatkan pemahaman domain maritim.

4. Rudder Angle Indicator

Penanda sudut kemudi, semacam namanya, membagikan sudut kemudi. Tampilan tersebut disediakan pada konsol perlengkapan anjungan navigasi sehingga petugas navigasi kapal bisa mengendalikan laju belokan serta sudut kemudi kapal. Gejala pula disediakan di sayap jembatan serta ruang kendali mesin.

5. Voyage Data Recorder

VDR ataupun voyage informasi recorder ialah salah satu instrumen berarti di antara catatan perlengkapan navigasi kapal yang dipasang di kapal buat terus merekam data berarti yang berkaitan dengan pengoperasian kapal. Ini berisi sistem perekaman suara buat jangka waktu paling tidak 12 jam terakhir. Rekaman ini dipulihkan serta digunakan buat penyelidikan dalam kejadian musibah. Berartinya VDR mirip dengan” kotak gelap” yang dipasang di pesawat terbang.

Baca juga : Metode Simpel Berbahagia

6.  Rate of turn indicator

Perlengkapan navigasi ini menampilkan seberapa kilat kapal berbalik dengan kecepatan senantiasa (bermanfaat sepanjang pemanduan serta manuver), umumnya ditunjukkan selaku beberapa derajat yang diputar. Kecepatan kapal berbalik diukur dalam derajat per menit. Perlengkapan berarti ini menolong pengemudi mengemudi di jalan dengan nyaman.

7. GPS Receiver

Penerima Global Positioning System( GPS) merupakan sistem tampilan yang digunakan buat menampilkan posisi kapal dengan dorongan satelit pemosisian Global di orbit bumi.

Dengan catatan posisi kapal, kecepatan, haluan, serta waktu yang diperlukan buat menempuh jarak antara“ 2 posisi yang diisyarati” bisa dihitung.

8. Sound Reception System

Sistem akustik ini dibutuhkan buat kapal dengan jenis jembatan tertutup penuh. Ini membolehkan petugas navigasi di dalam kabin buat mencermati sinyal suara( semacam kabut ataupun klakson kapal) dari kapal lain di sekitarnya. Ini dipasang di konsol perlengkapan jembatan kapal serta menolong petugas navigasi buat melaksanakan tugas pengintaian cocok dengan Peraturan Internasional buat Menghindari Tabrakan di Laut.

9. Navigational Lights

Seluruh kapal– baik besar ataupun kecil diwajibkan mempunyai lampu malam selaku bagian dari sistem navigasi. Sistem ini diperkenalkan pada tahun 1838 oleh Amerika Serikat serta setelah itu diiringi oleh Inggris pada tahun 1849. Pada tahun 1889, Konferensi Maritim Internasional didirikan oleh Amerika Serikat buat menetapkan pedoman yang pas buat menghindari musibah laut. Pada tahun 1897, ketentuan ini secara formal diadopsi secara internasional. Lampu navigasi ialah salah satu perlengkapan navigasi yang sangat berarti yang diperlukan buat berlayar di laut lepas sebab membolehkan kapal sendiri nampak jelas oleh kapal lain di sekitarnya.

10. Gyro Compass

Ini digunakan buat menciptakan arah yang benar. Tidak semacam kompas magnet, kompas giro tidak terhalang oleh medan magnet luar. Ini digunakan buat menciptakan Posisi Utara yang benar, yang pula ialah sumbu rotasi bumi buat sediakan sumber arah yang normal. Sistem repeaternya wajib terdapat di platform kemudi buat kemudi darurat.

11. Radar

Kapal yang berlayar di laut tergantung pada sistem radar frekuensi S- band serta X- band buat navigasi sebab bisa mengetahui sasaran serta menunjukkan data di layar semacam jarak kapal dari darat, objek terapung( pulau, batu, gunung es, dll..), kapal lain, serta rintangan buat menjauhi tabrakan. Ini merupakan antena berbalik yang menciptakan zona dekat kapal.

Baca juga : Langkah Menjadi Seseorang Berkarakter Positif

12.  Magnetic Compass

Kompas magnetik bekerja dalam hubungannya dengan medan magnet bumi serta ialah fasilitas berarti dari fitur penanda arah. Perihal ini digunakan buat memperoleh kursus yang direncanakan buat ekspedisi. Peralatan navigasi kapal ini umumnya dipasang di garis tengah kapal di pulau kera. Suatu kompas tipe magnetik transmisi dipasang sehingga output bisa ditampilkan di panel jembatan.

13. Auto Pilot

Tata letak jembatan kapal diisi dengan perlengkapan serta peralatan yang digunakan buat navigasi. Autopilot dikira selaku salah satu perlengkapan navigasi jembatan yang sangat efisien sebab menolong operator manusia dalam mengatur kapal dengan melindungi kemudi dalam autopilot, yang membolehkan mereka buat berkonsentrasi pada aspek pembedahan yang luas. Ini merupakan campuran dari sistem hidrolik, mekanik, serta listrik serta digunakan buat mengendalikan sistem kemudi kapal dari posisi yang jauh( jembatan navigasi).

14. ARPA

Automatic Radar Plotting Aid menunjukkan posisi kapal serta kapal lain di dekatnya. Radar menunjukkan posisi kapal di sekitarnya serta memilah arah kapal dengan menjauhi seluruh tipe tabrakan.

Perlengkapan navigasi jembatan ini secara konstan memonitor dekat kapal serta secara otomatis mendapatkan jumlah sasaran, dalam perihal ini; kapal, perahu, barang diam ataupun mengambang dll, serta plot kecepatan serta jalurnya tiap- tiap. Perihal ini pula menunjukkan mereka selaku vektor di layar tampilan serta selalu memperbarui parameter dengan tiap putaran antena dengan menghitung titik terdekat dari pendekatan buat kapal sendiri serta pula waktu saat sebelum ini hendak terjalin.

15. Automatic Tracking Aid

Sama semacam ARPA, perlengkapan bantu pelacakan otomatis menunjukkan data tentang sasaran yang dilacak dalam grafik serta numerik buat menciptakan tata letak yang direncanakan buat jalan yang lebih nyaman serta leluasa tabrakan. Umumnya, sasaran dimensi besar berdimensi 800 meter ataupun lebih di lingkar dikira selaku daratan serta tidak dilacak. Gema kurang dari 800 meter dikira selaku sasaran yang wajib dilacak.

16. Speed & Distance Log Device

Perlengkapan jembatan pada kapal ini digunakan buat mengukur kecepatan serta jarak yang ditempuh kapal dari sesuatu set point. Dengan perhitungan yang sama, ETA kapal disesuaikan ataupun diberikan kepada otoritas pelabuhan serta agen.

17. Echo Sounder

Terdapat banyak perlengkapan navigasi kapal modern yang terdapat di kapal serta echo sounder merupakan salah satu instrumen yang sudah dimainkan nyaris 100 tahun saat ini. Perlengkapan ini digunakan buat mengukur kedalaman air di dasar bawah kapal memakai gelombang suara yang bekerja bersumber pada prinsip transmisi gelombang suara serta pulsa audio yang hendak memantul dari susunan pemantul, kembali selaku gema ke sumbernya.

 

Leave a Comment